Dongeng Kopi : Sebermulanya Adalah Kopi…


Coffee makes everything possible.

—Anonim

Jpeg

Bar Dongeng Kopi Jogja

 

Sore itu (12/04) adalah kunjungan ketiga saya ke Dongeng Kopi Jogja. Saya sudah jatuh cinta pada kedai kopi ini sejak kunjungan pertama. Barangkali ini adalah cinta yang dangkal, sebab kala itu saya jatuh cinta hanya atas dasar pandangan mata. Sedikit kontradiktif memang, mengingat saya tak percaya ada cinta pada pandangan pertama. Tapi, begitulah, saya suka desain kafe yang berdiri sejak Agustus 2014 ini.

Bangku-bangku kayu sederhana. Tatanan bar yang nyaman dilihat. Dan beberapa bagian dinding dilapisi koran bekas, sedang bagian lainnya dilapisi dengan ragam quote dan mural. Dengan desain dinding seperti itu, saya rasa kafe ini telah menunjukkan identitasnya sebagai art space alternative. Ya, berbicara Dongeng Kopi Jogja, kita akan jadi bicara buku dan seni. Ragam buku untuk dibaca dan dibeli tersedia di sini. Ragam gambar, mural, seni instalasi, juga dapat dinikmati di sini. Selain -tentu saja- tersedia kopi itu sendiri. Lha wong kedai kopi kok! 🙂

Ruangan Dongeng Kopi Jogja

Penampakan ruangan Dongeng Kopi Jogja

 

Dongeng Kopi Jogja menyediakan beragam jenis single origin; Aceh Gayo, Toraja Sapan, Mandhaeling, Bali Kintamani, Java Temanggung, Java Raung, Ciwidey, Linthong, dan special coffee (jenis tertentu yang ketersediaannya berubah, sehingga tanyalah barista di sana untuk mengetahui ketersediaannya). Semua jenis kopi tersebut dapat diseduh dengan manual brewing method; french press, tubruk, aeropress, cold brew, syphon, V60, chemex, kalita, dan vietnam drip. Nah, jangan sungkan untuk bertanya pada barista di sana tentang detil dari tiap jenis kopi, juga teknik penyeduhannya, percayalah mereka akan dengan senang hati bercerita padamu!

Sebab sejatinya, itulah hakikat Dongeng Kopi Jogja; ingin menyajikan kopi dengan segala cerita yang menyertainya. Darimana kopi itu berasal, siapa petaninya, bagaimana pengolahan pasca panennya, bagaimana karakternya, dst. From bean to cup, mereka akan menceritakannya. Sebagaimana disampaikan Alang Bhinantaka (28), salah satu pemilik Dongeng Kopi Jogja, “Dongeng Kopi ini saya harap bukan hanya menyajikan kopi, tetapi juga menjadi media edukasi.”

Berbeda kafe, berbeda juga menu favoritnya. Di Dongeng Kopi Jogja ini, saya sendiri suka kopi Linthong yang diseduh dengan teknik V60 atau Toraja Sapan yang diseduh dengan teknik Chemex. Oh ya, saya bukan penyuka Cappuccino, tapi saya harus mengakui Cappuccino di Dongeng Kopi Jogja ini enak!

Jpeg

Secangkir Java Raung dengan teknik V60 untuk menghangatkan malammu 🙂

 

Kenapa kamu diam saja? Oh, kamu tidak suka kopi hitam? Jangan khawatir! Kamu bisa mencicipi cokelat, milkshake, teh, atau mocktail. Hmm…bicara mocktail, saya rekomendasikan strawberry slim. You have to try!

Di samping itu, Dongeng Kopi Jogja juga menyajikan ragam makanan. Baik itu makanan utama maupun pelengkap. Semua menu di sana dibandroll mulai harga 10k-22k saja.

Ah ya, dalam waktu dekat Dongeng Kopi Jogja akan melansir #MakeYourOwnCoffee : kita dapat menyeduh sendiri kopi yang kita inginkan dengan metode brewing yang kita inginkan, sembari diskusi dengan barista, dan ya…bayar suka-suka! Sounds interesting!

Mungkin setelah ini saya akan berkunjung lebih sering ke Dongeng Kopi Jogja, bukan saja ingin menikmati secangkir kopi dan mendengar cerita di balik kopi, tetapi juga mendukung para petani. Seperti mimpi yang diusung Dongeng Kopi Jogja; “Dongeng Kopi bermimpi memuliakan petani. Petani harus memiliki nilai tukar yang lebih, maka dari itu kami bersedia membeli biji kopi langsung dari petani dengan harga yang jauh lebih tinggi.” tutur Renggo Darsono (29), salah satu pemilik Dongeng Kopi Jogja.

Saya mengamini mimpi Dongeng Kopi Jogja yang ingin memuliakan petani, semoga demikianlah yang kelak terjadi. Bukankah coffee makes everything possible? Tabik. (IP)

 

 

Direction :

– Terletak di Jl Wahid Hasyim No. 3, dapat ditempuh dari arah ring road utara, belok kiri di Jl. Wahid Hasyim. Sekitar 50 meter, Dongeng Kopi Jogja akan berada di sebelah kanan jalan.

– Jika ditempuh dari Selokan Mataram atau Nologaten, perhatikan Outlet Biru, ambil arah utara, sekitar 1 km, Dongeng Kopi Jogja akan berada di sisi kiri jalan.

 

Yogyakarta, April 2015

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Dongeng Kopi : Sebermulanya Adalah Kopi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s