Diet Ala Travenita


Kamu termasuk yang selalu emosi atau stres saat melihat cermin karena perut yang bergelambir, pipi yang terlalu chubby, atau lengan yang bahkan tidak sanggup kamu genggam oleh tanganmu sendiri saking besarnya diameter lenganmu? I want to say : don’t worry it’s okay!

Saya juga ingin katakan, tenang saja kamu tidak sendirian!

Sebenarnya saya bukan orang yang sepakat bahwa gemuk itu jelek. Gemuk atau langsing sebenarnya tak masalah yang penting sehat, yang penting kamu bahagia. Tapi, saya lebih suka langsing memang. Karena badan terasa ringan. Saya selalu mudah capek. Beban badan tentu sangat berpengaruh.

Jadi dulu berat badan saya sempat menyentuh angka 63 kg. Usut punya usut, konon 3-5 kg dari bobot badan kita adalah sisa-sisa makanan (yang sudah jadi kotoran) yang mengendap di usus. Mengapa bisa demikian? Kemungkinan besar karena pola makan yang kurang serat.

top-view-of-different-drinks-for-breakfast_1220-345

Step 1 : Detoksifikasi

Logika sederhana saya waktu itu, jadi semestinya saya perlu detoksifikasi untuk mengeluarkan paling tidak 3-5 kg kotoran di usus tersebut. Waktu itu, target saya bukan langsing tapi sehat terlebih dahulu. Sebab kotoran yang mengendap di usus ini dapat masuk pelan-pelan ke peredaran darah dan menjadi racun untuk tubuh. Manifestasinya banyak : kulit jadi kusam, berjerawat, BAB tidak lancar, mudah lelah, dan lain-lain.

Kita bisa detoksifikasi dengan merangsang kotoran-kotoran di usus untuk dikeluarkan. Caranya? Mengonsumsi sayur, buah, dan biji-bijian. Saya sendiri memilih yang dalam bentuk ekstrak waktu itu. Ekstrak sayur, buah, dan biji-bijian tersebut dilarutkan dalam segelas air (250 ml) dan diminum tiap pagi dan malam.

Bagaimana jika kamu kesulitan menemukan ekstrak sayur, buah, dan biji-bijian? Atau jika ekstrak sayur, buah, dan biji-bijian itu tidak masuk dalam budgetmu (ya, harganya lumayan menguras kantong). Kamu bisa detoks dengan tidak mengonsumsi apa pun setiap pagi, kecuali jus buah. Kalau buah potong saja? Nope, jus buah lebih baik. Sebab ususmu telah istirahat semalaman, sehingga layaknya mesin kendaraan yang perlu dipanaskan terlebih dahulu sebelum dibawa berjalan jauh, ususmu juga perlu adaptasi dengan hanya mencerna makanan yang mudah dicerna. Jus relatif mudah dicerna, sehingga ususmu tidak dipaksa bekerja berat di pagi hari.

Hal lain yang perlu diperhatikan selama masa detoksifikasi adalah konsumsi air putih. Konsumsilah air putih minimal 4 liter per hari, dengan pembagian 250 ml air putih setiap satu jam.

Selama masa detoksifikasi, saya hanya makan nasi dan lauk pauk di jam makan siang. Dengan mengupayakan sayur yang lebih banyak dari biasanya. Dan meminimalisir makanan yang diolah dengan cara digoreng.

Waktu itu saya menjalani masa detoksifikasi selama dua minggu. Hasilnya? Berat badan saya turun sebanyak 2,5 kg. Namun seperti dibahas di awal, kemungkinan itu hanya sisa-sisa kotoran yang akhirnya berhasil dibuang. Bukan lemak yang berhasil direduksi.

Step 2 : Try to become a vegetarian!

Setelah itu, saya lanjutkan dengan belajar menjadi vegetarian. Ya, belajar. Pelan-pelan sekali. Tetapi, setelah dirasa cukup tentu saja saya berhenti jadi vegetarian. Hahaha. Sebab berat badan saya terus turun jika memertahankan pola vegetarian. Ini bisa jadi tidak berlaku di semua orang. Bisa jadi kamu termasuk yang perlu terus menjaga pola vegetarian. Jus’t do it, and find out what suit with you!

Polanya selalu sama : pagi sarapan buah, siang makan nasi dengan lauk pauk (lauk pauk nya ini yang saya atur), dan malam kembali makan buah dan/atau sayur. Berikut tahapan yang saya lakukan dalam mengatur lauk pauk* :

  1. 1 minggu pertama, tidak makan daging merah (daging sapi, kambing)
  2. Memasuki minggu kedua, tidak makan daging merah dan daging putih (ikan, ayam)
  3. Memasuki minggu ketiga mengurangi telur
  4. Jangan lupa, air putih yang banyak (minimal 4 liter per hari)!

*) Saya tidak makan seafood sama sekali

Pola tidak makan daging merah, daging putih, dan sedikit telur tersebut saya lakukan kurang lebih selama dua bulan. Berat badan saya berkurang cukup signifikan. Hingga tersisa 55 kg. Dan keuntungannya diet dengan pola yang saya lakukan ini adalah bisa memungkinkan berat badan lebih stabil. Sebab, volume usus itu cenderung mengikuti asupan makanan kita, semakin kita banyak makan semakin usus kita volumenya membesar dan butuh makanan lebih banyak lagi, lagi, dan lagi untuk memuaskannya.

Dengan banyak konsumsi makanan kayak serat seperti sayur dan buah, kita akan segera kenyang dengan jumlah makanan yang sedikit. Sehingga volume usus kita mengecil dan selanjutnya kita terbiasa hanya butuh sedikit saja makanan.

Namun, jangan abai dengan kebutuhan proteinmu. Sehingga kamu harus pastikan kamu dapat asupan protein nabati ya!

 

Step 3 : Never do this!

Kamu pernah berpikir bahwa diet berarti mengurangi makan? Sehingga kamu hanya makan satu kali saja sehari? Lalu, alih-alih merasakan manfaatnya malah lemak-lemak di samping tulang belakangmu semakin menumpuk dan membentuk lipatan-lipatan yang jelas terlihat saat kamu pakai baju ketat?

Now you realize it’s not the way!

Diet bagi saya adalah mengatur pola makan. Tidak berarti mengurangi makan secara ekstrim. Kadang bukan tentang seberapa sering kamu makan, tetapi tentang apa yang kamu makan?

Ketika kamu membiarkan lambung dan ususmu kosong, lalu kamu makan, dan baru makan lagi let’s say keesokan harinya.  Tubuhmu akan membuat reminder bahwa makanan akan baru masuk lagi dalam rentang 12 jam kemudian. Sehingga yang dilakukan oleh tubuhmu adalah menimbun tiap makanan yang masuk dan jadi cadangan makanan dalam bentuk lemak. Umumnya lemak tersebut ditimbun di sisi-sisi kiri dan kanan tulang belakang, yang kemudian kamu pandang sebagai lipatan tak elok saat pakai baju ketat tadi.

Maka makanlah rutin! Sehari tiga kali. Tetapi seperti sudah saya ulas sebelumnya saat pagi dan malam sebisa mungkin hanya makan buah (atau ditambah sayur ketika malam).

Masalahnya kamu cepat lapar kalau hanya makan buah? Sweety, don’t push yourself too hard! Jika kamu lapar, makanlah lagi! Tetapi buah lagi. Bukan saat lapar setelah makan buah, lalu kamu makan nasi rendang RM Padang Sederhana. Bubar jalan dietmu!

Bagi saya, rule utama ketika diet adalah hanya makan nasi dan lauk pauk ketika jam makan siang! Selebihnya adalah sayur, buah, dan air putih.

It works for me, hopefully for you too. Good luck! (IP)

 

Yogyakarta, 5 Januari 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s