Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti*

yang patah tumbuh, yang hilang berganti

yang hancur lebur, akan terobati

yang sia-sia akan jadi makna

yang terus berulang suatu saat henti

yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi

yang patah tubuh, yang hilang berganti

sad-clown_1187-862

Hidup itu seperti roda. Berputar. Klise memang di telinga. Tapi, sejatinya demikianlah adanya. Sayangnya, walaupun otak sadar kita sangat mengerti kalimat tersebut, kita tidak selalu bisa menerapkannya dengan mudah dalam hidup ini. Pertanda kita masih manusia biasa.

Tak terhitung di hidup ini, kita merasa patah. Tak terhitung pula kita bangkit lagi. Walau sebelum bangkit kita mungkin pernah merasa dunia seperti akan kiamat esok hari. Walau sebelum bangkit kita mungkin Continue reading

Kepada Perempuanku

: teman seperjalanan terbaik

Aku tahu telah dengan tak tahu malu mengabaikanmu sekian lama. Sore ini, aku datang untuk sekadar menengok dan bertanya kabarmu. Juga menyampaikan beberapa hal.

Gambar diambil dari sini

Perempuanku,

Ada hal-hal di hidup ini yang tak bisa lagi kita ubah, karena kita sudah tak lagi berada pada peristiwa itu. Kita sudah bergerak. Berderap bersama waktu. Dan semua sudah tercatat. Itulah masa lalu.

Seperti yang sangat kau tahu, aku orang yang gemar membuat perhitungan. Namun, ternyata ada hal-hal di hidup ini yang hanya perlu kita terima. Aku melulu bocah dengan emosi meledak-ledak dan pendendam. Dan kau melulu menjadi penyabar dan mengingatkanku tentang penerimaan. Tentang berdamai.

Terima kasih, Perempuanku.

Terima kasih telah menjadi demikian tabah. Memercayai isi kepalaku saat yang lain enggan, bahkan untuk sekadar mendengarkan. Menerima segala yang telah kulalui dan memandangnya sebagai pembelajaran ketika yang lain Continue reading

Menuju Damai

Gambar diambil dari sini

 

Setiap orang pasti mengalami ragam peristiwa dalam hidup ini. Susah. Senang. Bahagia. Kecewa. Pertemuan. Kehilangan. Dengan bentuknya yang berbeda-beda. Dengan dampaknya yang berbeda-beda.

Suatu kali, saya bertanya pada diri sendiri, mengapa di hidup ini orang kerap menderita?

Bukan mesti melulu bahagia, karena itu tidak mungkin. Bukan harus berlari dari persoalan yang berakibat kekecewaan atau kesedihan, karena itu juga tidak mungkin. Tapi, saya sungguh ingin tahu perihal akar dari penderitaan.

Bukankah kehilangan harta karena kebakaran, kebanjiran, atau kecurian, hanya bentuk? Bukankah berduka karena kematian ibu, perceraian, atau berpisah dengan kekasih, juga hanya bentuk? Bukankah mengalami kesulitan karena tak kunjung mendapat pekerjaan atau justru diberhentikan dari tempat bekerja, adalah juga hanya bentuk? Tapi, inti dari itu semua tetap sama : penderitaan.

Apa yang membuat kita demikian menderita saat kehilangan harta? Demikian berduka saat Continue reading

Berhati-hatilah dengan doamu!

Jadi, sejak kecil ada dua impian yang terus saya pelihara; menjadi penulis dan berjalan menjelajahi Indonesia. Saya kecil ingin kuliah di jurusan Jurnalistik. Tapi, Semesta punya rencana sendiri untuk saya, hingga jadilah saya seorang Apoteker.

Kuliah di jurusan Farmasi adalah fase dimana saya merasa semakin jauh dengan mimpi saya. Syukurlah, banyak peristiwa dan banyak perbincangan menyadarkan saya, bahwa mestinya saya tak perlu membuat sekat, melainkan semua dijalani beriringan. Maka, di sela waktu kuliah, saya sempatkan berlatih menulis. Saya juga menyempatkan traveling saat libur kuliah. Begitu terus.

Akhirnya, entah bagaimana mulanya, Continue reading

Senja Jakarta

Yogyakarta diguyur hujan sore ini. Begitu juga dadaku, meski hanya gerimis. Muasal gerimis itu adalah sebuah surat. Perkara menerima surat memang bukan hal yang luar biasa. Tapi, membaca nama pengirimnya, membuatku butuh waktu lama untuk meyakinkan diri, sebelum mulai membacanya.

Setelah lama menghilang, Ve mengirimiku surat. Begini isi suratnya…

senja jakarta

senja jakarta

Continue reading