Pindah Rumah

Rumah ini saya huni sejak 2012. Dengan segala ketabahan, rumah ini tetap ada walau kadang saya tinggalkan berbulan-bulan. Berkali-kali pergi, saya tetap kembali ke rumah ini. Menulis lagi setelah sekian lama berhenti.

Ada banyak alasan yang bisa dibuat untuk membuat berhenti menulis terdengar masuk akal. Namun namanya juga alasan, sering kali ya hanya akal-akalan. Hehe. Tapi, tentu saja saya juga tetap mencari alasan agar bisa lebih berkomitmen. Barangkali karena menghuni rumah gratisan, saya jadi kurang menghargai. Mungkin jika berbayar saya jadi lebih bertanggung jawab. (Biarain aja, namanya juga lagi nyari alasan! :D)

Maka setelah menimbang sekian lama, saya putuskan untuk pindah rumah. Selanjutnya saya tidak akan membuat tulisan di blog ini lagi. Untuk teman-teman yang masih ingin melanjutkan berbagi cerita dengan saya, bisa subscribe atau follow blog baru saya: travenita.com.

Selamat datang di rumah baru saya 🙂

Selain itu selama ini saya kerap memakai nama pena Icha Planifolia, bersama kepindahan ini saya ingin benar-benar memulai awal yang baru, salah satunya kembali pada nama pemberian orang tua saya: Nisa Destiana. Sebuah upaya kembali ke akar agar bisa lebih terhubung dengan diri sendiri. Sebab apalah artinya terhubung dengan banyak teman dan dunia luar, jika saya asing dengan diri saya sendiri.

Terima kasih atas pertemanan selama ini, berbagi rupa-rupa kisah di sini. Doakan saya semoga bisa lebih istiqomah dan tidak pernah lagi meninggalkan rumah baru saya hingga berbulan-bulan lamanya. 🙂

Tidak sabar menyambutmu lagi di rumah baru dan berbincang di beranda. Sampai jumpa!

Salam,

Nisa Destiana

Personal Branding ala aMrazing

“Jadi menurut kalian apa yang menggerakan bisnis?” Alexander Thian atau yang lebih dikenal dengan nama akun social media-nya, amrazing, melempar pertanyaan.

Wah kalau bicara Amrazing, aku pikir banyak banget dari kalian yang sudah kenal lah ya. Kita tidak akan bercerita seberapa terkenalnya Koh Lexy ini di twitter, instagram, atau berbagai platform lain, seberapa suksesnya dia sebagai content creator, photographer, dan penulis, termasuk apa-skincare-yang-dibelinya-dari-agueda-shop-kenapa-setelah-nonton-ig story-panjang-panjang-cuma-selotip-yang-dibuka. Nope. Yang lalu biarlah berlalu, kamu enggak dongkol sendirian kok, percayalah!

IMG_20190303_204143-01

Alexander Thian sedang mendengarkan pertanyaan dari salah satu peserta

Justru pertanyaan pentingnya, bagaimana rahasianya agar bisa membuat konten yang oke seperti dia? Continue reading

[Review] Marlina The Murderer in Four Acts

Marlina The Murderer in Four Acts ini mengisahkan tentang seorang janda yang membunuh para perampok, yang satu di antaranya tidak hanya merampok, tetapi juga memerkosanya. Tak tanggu-tanggung ia memenggal kepala si Perampok dan membawanya menuju kantor polisi. Selanjutnya kisah ini menggambarkan keberanian dan ketangguhan Marlina dalam perjalanan mencari keadilan atas apa yang dialaminya.

Screenshot2_Marlina

Kekerasan Terhadap Perempuan

Adegan Marlina membawa kepala perampok tersebut mengingatkan saya pada film Crazy in Alabama. Dimana Lucille Continue reading

Diet Ala Travenita

Kamu termasuk yang selalu emosi atau stres saat melihat cermin karena perut yang bergelambir, pipi yang terlalu chubby, atau lengan yang bahkan tidak sanggup kamu genggam oleh tanganmu sendiri saking besarnya diameter lenganmu? I want to say : don’t worry it’s okay!

Saya juga ingin katakan, tenang saja kamu tidak sendirian!

Sebenarnya saya bukan orang yang sepakat bahwa gemuk itu jelek. Gemuk atau langsing sebenarnya tak masalah yang penting sehat, yang penting kamu bahagia. Tapi, saya lebih suka langsing memang. Karena badan terasa ringan. Saya selalu mudah capek. Beban badan tentu sangat berpengaruh.

Jadi dulu berat badan saya sempat menyentuh angka 63 kg. Usut punya usut, konon 3-5 kg dari bobot badan kita adalah Continue reading

Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti*

yang patah tumbuh, yang hilang berganti

yang hancur lebur, akan terobati

yang sia-sia akan jadi makna

yang terus berulang suatu saat henti

yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi

yang patah tubuh, yang hilang berganti

sad-clown_1187-862

Hidup itu seperti roda. Berputar. Klise memang di telinga. Tapi, sejatinya demikianlah adanya. Sayangnya, walaupun otak sadar kita sangat mengerti kalimat tersebut, kita tidak selalu bisa menerapkannya dengan mudah dalam hidup ini. Pertanda kita masih manusia biasa.

Tak terhitung di hidup ini, kita merasa patah. Tak terhitung pula kita bangkit lagi. Walau sebelum bangkit kita mungkin pernah merasa dunia seperti akan kiamat esok hari. Walau sebelum bangkit kita mungkin Continue reading